semua orang berkata aku hina, anakku juga tak luput dari cacian,
mulut mereka begitu bising membicarakan kami berdua....
hanya hidup beberkal kesabaran, gencarnya berita-berita pahit tentang kami telah tersebar,
pelacur,
permpuan tak tau malu,
anak haram,
tak punya malu,
wanita panggilan,
sampah masyarakat,
tak pernah absen dari mulut mereka yang tiada lain untuk membuatku sedih dan terpuruk.
aku terima segala hinaan, ku usap penuh mesra anakku,
"sayang jangan khawatir bunda kan melindungimu"
walau tlah berusaha menenangkan sang buah hati,
tetap saja ia tetap menangis menahan ketakutannya, aku yang berdosa,
ia pun harus memnerimanya pula, sang kekasih yang di harap dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, telah gugur sebelum menikahiku, ia pergi saat berusaha mengumpulkan beberapa lembar rupiah untuk memenuhi persyaratan pernikahan kami, ia dan anak kami begitu mirip, membuat aku lebih tegar, seerasa saj ia hadir di dalam diri anak kami, walau berbagai cacian terus melukai bathin ini, namun lebih dari cukup pengobat lukaku, anakku, pemberian terakhir kekasihku untukku, untukku jaga dan besarkan, agar kelak tak mengikiti jejak kami berdua, yang berakhir seperti ini...
"anakku jangan pernah berbuat dosa, walau secuilpun, itu akan menyakitkan bunda, janji ya nak"
kata-kata yang selalu ku katakan menjelang sibuah hati tidur berharap menjadi pengagan hidupnya kelak...
AC_^
Senin, 06 Juni 2011
[fiksi] aku tidak CACAT lagi
masih sangat membekas di memoriku saat kemarin lusa kamu datang , tersenyum dan berkata didepan kedua orang tuaku, kamu, kamu mau serius, dengan berbekal cincin bertahtah permata biru itu kamu datang,
air mta bundaku mengalir, bukan karna sedih, kebahagiaan telihat jelas menghampirinya, ayahandaku tersenyum menahan haru, tanpa basa-basi mengucapkan kata ya,
saya terima lamarannya,
terimakasih telah setia dengan ananda kami, meski sekarang ia tak sesempurna dulu meski sekarang ia akan banyak menghabiskan hidupnya di kursi roda, terimakasih nak,, untuk cintamu yang tanpa pamrih dan tulus pada ananda kami, dan masih teringat jelas senyuman yang menghantarkan jawabanmu,
"ia boleh saja tak sesempurna dulu pak, tapi, saya yakin hati dan bathin ananda bapak begitu sempurna untuk di bilang cacat"
mendengar jawaban itu, aku terperanjat, betapa tulusnya kamu, betapa beruntungnya aku dipersunting olehmu, betapa bahagianya aku walau hanya hidup tanpa kedua kaki, tapi mendapat pijakan yang lebih sempurna dari pada kakiku dulu, kamu tempatku bersandar, kamu yang mau menerima aku apadanya, dan kamu yang hari ini syah menjadi suamiku,
"sayang, ku mohon jangan pernah berubah ya" pintaku
AC_^
[fiksi] surat mengenai dia dan aku
Dear yang kusayangi,
sayang, ini surat pertamaku untukkmu, dibalik kejadian semalam saat jemari itu, menggenggam penuh harapan, harap yang tak tau tujuan, taukah kamu aku tau semalam kemarin kamu terus memikirkan ia atau aku, ia yang mengisi hatimu dulu, atau aku yang kini kau genggam erat tangannya, ia yang mampu bertahan cukup lama denganmu, atau aku yang belum pernah sekalipun menjalin kasih denganmu sebelumnya, ia yang tak di restui orang tuamu, atau aku yang selalu penuh puja puji kedua malaikatmu itu,
ia yang hanya karna berbuat sedikit masalah kecil hingga membuatmu sedikit terluka atau aku yang belum pasti memberimu luka atau kebahagiaan yang kamu impikan,
kamu lagi-lagi dilema keadaan, dia sayang dan aku cinta, dia ragamu dan aku nyawamu, tanpa raga nyawa tak berarti, tanpa nyawa raga tak mampu hidup, kamu terlalu keterlaluan mencinta,bukan berarti berhak memiliki semuanya, jangan pernah berfikir untuk memilih keduanya, pilih saja, pilihan hati, bukan karna aku bukan dia, dan dia seperti aku, bukan karna egomu, bukan karna orang tuamu, bukan karna status.
aku tak banyak tau ia menunggumu atau tidak dan aku, jujur aku menuggumu..
TTD yang mencintaimu
AC_^
sayang, ini surat pertamaku untukkmu, dibalik kejadian semalam saat jemari itu, menggenggam penuh harapan, harap yang tak tau tujuan, taukah kamu aku tau semalam kemarin kamu terus memikirkan ia atau aku, ia yang mengisi hatimu dulu, atau aku yang kini kau genggam erat tangannya, ia yang mampu bertahan cukup lama denganmu, atau aku yang belum pernah sekalipun menjalin kasih denganmu sebelumnya, ia yang tak di restui orang tuamu, atau aku yang selalu penuh puja puji kedua malaikatmu itu,
ia yang hanya karna berbuat sedikit masalah kecil hingga membuatmu sedikit terluka atau aku yang belum pasti memberimu luka atau kebahagiaan yang kamu impikan,
kamu lagi-lagi dilema keadaan, dia sayang dan aku cinta, dia ragamu dan aku nyawamu, tanpa raga nyawa tak berarti, tanpa nyawa raga tak mampu hidup, kamu terlalu keterlaluan mencinta,bukan berarti berhak memiliki semuanya, jangan pernah berfikir untuk memilih keduanya, pilih saja, pilihan hati, bukan karna aku bukan dia, dan dia seperti aku, bukan karna egomu, bukan karna orang tuamu, bukan karna status.
aku tak banyak tau ia menunggumu atau tidak dan aku, jujur aku menuggumu..
TTD yang mencintaimu
AC_^
Langganan:
Postingan (Atom)