Rabu, 16 Februari 2011

coret-coret saya.. (A problem that too heaven to me ) :^


Keindahan mata saat memandang memang begitu dasyat dan ber efek besar terhadap fikiran, sedapat mungkin kuasai diri, karna diri, milik kita ketenangan diri dapat diraih saat kita mngetahui kemauan diri, berani berkesimpulan merupakan awal dari poin-poin penting untuk mengetahui keiinginan kita, jangan takut jika ternyata keiinginan diri lebih tinggi dan rasanya bengitu sulit untuk diraih, berusaha adalah salah satu solusi utama, jika dalam berusaha hal itu belum juga dapat diraih, maka ikuti usaha dengan doa yang tulus, rangkul hari dengan semangat beri senyum walau pahit, ini bukan untuk munafik, tapi untuk berusaha menghibur diri.
                Memang sulit menerima kekalahan, tapi lebih berat menerima kemenangan yang harus dipertahankan, hidup itu memang aneh, tapi kita justru lebih aneh dari kehidupan ini. Jika kekalahan menghampiri, memang sulit, tapi coba seka airmata itu, tegok kembali perjuangan yang dulu dilaksanakan, kemudian tulis besar-besar didalam jiwa, “saya memang manusia lemah, tapi saya lebih lemah lagi jika saya tidak mampu mendapatkan yang lebih baik dari pada yang kemarin, jadi untuk tidak menjadi lemah saya akan berusaha mendapatkan yang lebih dari yang kemarin titik!”

Mari Pertegas beberapa keindahan yang mungkin didapatkan ketika kemenangan diraih, per-kabur bayangan luka yang mungkin tidak harus dirasakan lagi esok pagi, benar semua didunia, yang tercipta, yang ada, tak mesti termiliki, walau mungkin semua yang kita lihat terasa mudah tergapai, tapi, coba diam, rasakan, teliti, kadang ada suatu yang salah, sesuatu yang mungkin dapat membuat kita berbalik ke belakang lalu memohon maaf, seperti rumus hidup lama, kesalahan dan penyesalan Teresa ketika kita tlah jauh meninggalkan mereka, muncul secara tiba-tiba, ketika bigung, hadapi, senyum..

Walau saat terakhir tak pernah teramalkan oleh kita, berharaplah terus dapat bisa mendapati matahari terbit dari timur esok pagi, berharaplah senja sore mampu tenangkan gundahmu, berharaplah bintang menyapamu di malam hari…tak ada satupun manusia yang ingin pergi secepat mungkin, baxk, baxk yang mesti kita selesaikan, jalan panjang, kita mesti ada, kita mesti kuat, because A problem that too heaven to me and I believe there arefor me and us..

coret-coret saya.. (about person) :^


Tulisan hanya mampu mengurai bagian terkecil dari sebuah keluh, lisan hanya mampu menuturkan sedikit rasa kecewa yang dirasakan, selebihnya masih terus saja tertinggal di lubuk jiwa. Manusia memang aneh, kadang mampu berkata dalam hati namun sulit terucap di bibir, indera seharusnya mampu mengimbangi segala sesuatu nya, namun itulah anehnya manusia, kadang merasa terpuruk tanpa bisa berkata apapun. Terkadang terlintas khayalan indah, dapat meraih apa yang diinginkan, namun ketika mimpi hanya mimpi, manusia kembali berdiam, merenung.. untuk sejenak berfikir, mungkin akan terlupa hal kemarin tanpa perlu berusaha kembali, manusia,,manusia itu memang begitu, hal satu terlupakan hal baru di agungkan, ketika yang baru tlah usang, maka ditinggal pula dan manusia kemudian mencari sesuatu yang baru lagi…
                Berimbas dari itu semua manusia punya hati, hati kecil yang mungkin tak pernah kosong oleh pertanyaan, belum habis pertanyaan satu muncul lagi beribu pertanyaan, manusia mungkin hanya bisa berpendapat untuk pertanyaan-pertanyaan itu, namun jawaban sebenarnya belum pernah ia dapati, jauh terselubung di benaknya, manusia ingin mampu menemukan jati dirinya, menghargai dan mendapati dirinya sebagai seorang yang ia kenal betul yang ia tau baik buruknya dan kurang dan lebihnya,sayang manusia terlalu munafik untuk mengakui semua itu, manusia hanya berfikir ya dan tidak untuk kelangsungan hidupnya,
                Manusia hanya mengucapkan mau dan tidak untuk menggapai sesuatu, karna manusia tenang jika keraguan menyiasati hidupnya, karna manusia paham dunia yang selalu menuntut kesempurnaan dan bukan kekurangan seorang manusia, jadi, manusia lebih memilih munafik demi kesempurnaan dari pada jujur untuk kekurangan. Tidak seorangpun manusia rela untuk diberi kekurangan, manusia menghujat habis untuk itu, kelemahan diri menjadi dasar terjadinya hal ini, bukan karna manusia punya hati lantas di sebut berhati, manusia punya hati untuk kesempurnaan, namun hati manusia merupakan kekurangan manusia, dalamnya terdapat 99% keburukan dari pada kebaikan, jadi dalam hal ini kebaikan hati menutupi keburukan hati yang sebenarnya,
                Untuk apa malu mengakui aku manusia, yang punya hati, dan beberapa indera, kemunafikan memang benar menjadi konsumsi sehari-hari karna hal ini berjalan tanpa disadari akibat terbiasa. Dan saya mengaku untuk tidak munafik,, bahwa saya manusia, manusia yang hanya bisa tersenyum kaku ketika indera mulai berfungsi untuk menutupi hati yang sesungguhnya marah dan tak pernah menerima, manusia yang lebih memilih menulis untuk melampiaskan apa yang dirasakan dari pada berani untuk mengemukakannya dalam lisan.. manusia yang hatinya terlalu sering dibolak-balikkan oleh nafsu dunia yang begitu besar pengaruhnya sehingga mampu menjalani laranganNYA, manusia yang tiada pernah puas akan apa yang yang dimilikinya, manusia yang masih terus saja sombong dan menconggakkan kepala pada bumi tempatnya berpijak tanpa pernah mau sadar betapa angkuh padahal ia bukan siapa-siapa, ia siapa, karna ada siapa?, dan manusia yang sering bertutur lain dihati dan di bibir..
                Selangkah dari pegakuan diri sebagai manusia, saya menjadi sedikit lebih tenang, perasaan yang tadi menggebu ingin cepat di lontarkan kini puas terasa, ada sedikit rasa malu untuk mengakui, namun saya tidak mau menjadi munafik, saya, adalah saya, ini dunia saya, dan saya bukan diri orang lain, yang harus terus terpaku pada pendapat dan keiinginan orang lain.

beasiswa nih! :)

Hi.. bagi temen-teman yang butuh informasih tentang beasiswa,, nih ada sedikit info,, hehee,,walau cumin dikit, mudah2han bermanfaat ya,, kan enak kan kalau bisa kuliah tanpa biaya gak ngerepotin orang tua  hohoh,, ayoo serbu beasiswa!! ^^

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Bidik Misi untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi penyelenggara.
Bidik Misi merupakan program seratus hari kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010 yang pada tahun 2011 ini dilanjutkan dengan kembali menerima 20.000 calon mahasiswa yang diselenggarakan di 117 perguruan tinggi penyelenggara.
PERSYARATAN
Persyaratan untuk mendaftar program Bidik Misi tahun 2011 adalah:
  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2011 atau telah lulus pada tahun 2010 dan bukan penerima Bidik Misi;
  2. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  3. Memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi serta masuk dalam 30 persen terbaik di sekolah (semester empat dan lima bagi yang akan lulus 2011 atau semester lima dan enam bagi lulusan 2010) dicantumkan pada formulir rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah
  4. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/Kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa);
  5. Prestasi yang dimaksud pada butir 3 (tiga) dan 4 (empat) dinyatakan melalui surat pernyataan Kepala Sekolah/Madrasah atau kepala dinas pendidikan Kabupaten/Kota.
KUOTA
  1. Alokasi mahasiswa baru penerima bantuan biaya pendidikan pada tahun anggaran 2011 adalah 20.000 orang yang didistribusikan kepada PTP di bawah Kemdiknas dan Kemenag (Lampiran 1);
  2. Alokasi yang ditetapkan untuk setiap PTP disesuaikan dengan jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah total mahasiswa di PTP serta pertimbangan lainnya.
PENGGUNAAN DANA
  1. Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa sekurang-kurangnya sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per bulanyang ditentukan berdasarkan Indeks Harga Kemahalan daerah lokasiPTP;
  2. Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola PTP sebanyak-banyaknya Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa. Dalam pelaksanaannya PTP dapat melakukansubsidi silang antar program studi;
  3. Kelebihan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan digunakan untuk pembinaan mahasiswa penerima melalui berbagai bentuk kegiatan penunjang yang sepenuhnya diatur oleh PTP;
  4. PTP mengatur besaran bantuan biaya hidup dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan;
  5. Kekurangan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan di PTP, ditanggung oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. PTP dapat mengupayakan sumber dana dari pihak lain;
  6. PTP memfasilitasi penyediaan dana, sarana dan prasarana belajar mengajar kepada penerima Bidik Misi dengan sumber bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan Bidik Misi atau sumber lain yang relevan;
  7. Semua penggunaan dana harus dilaporkan ke Ditjen Dikti sesuai penjelasan singkat pada bab VI.
PERSIAPAN PENDAFTARAN
  1. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan unit utama, unit kerja dan instansi terkait termasuk Panitia Seleksi Nasional serta melakukan publikasi melalui media massa;
  2. Dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada satuan pendidikan di lingkungannya tentang program Bidik Misi;
  3. Institusi pendidikan tinggi melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada sekolah dan publik tentang program Bidik Misi;
  4. Kepala Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi penyelenggara yang dituju.
TATA CARA PENDAFTARAN
  1. Calon pendaftar memilih program pendidikan Diploma III, Diploma IV atau Sarjana (S1) pada perguruan tinggi negeri penyelenggara;
  2. Setiap calon hanya boleh mendaftar di 1 (satu) perguruan tinggi, dengan memilih paling banyak 2 (dua) program studi, pendaftaran pada lebih dari satu perguruan tinggi akan dikenai sanksi sebagai diatur pada Bab V. Sub Bab D;
  3. Kepala Sekolah/Madrasah menyeleksi siswa yang memenuhi syarat program Bidik Misi dan menyusunnya ke dalam sebuah Rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya menggunakan formulir pada Lampiran 3;
  4. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi Bidik Misi ke http://bidikmisi.dikti.go.id/sekolah dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran 4 bagian F) untuk mendapatkan nomor NISR (Nomor Identifikasi Sekolah Pemberi Rekomendasi);
  5. Sekolah merekomendasikan siswa melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/sekolah menggunakan NISR untuk mendapatkan NP (Nomor Pendaftaran);
  6. Calon pendaftar melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah/Madrasah;
  7. Calon yang memenuhi persyaratan melakukan pendaftaran langsung secara online melalui laman www.bidikmisi.dikti.go.id/pendaftaran menggunakan NP kemudian mencetak formulir pendaftaran (Lampiran 2) untuk disampaikan ke Kepala Sekolah/Madrasah beserta berkas persyaratan lainnya;
  8. Calon yang tidak dapat melakukan pendaftaran secara online sesuai butir 7, mengisi formulir yang disediakan oleh sekolah/madrasah. Selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan ke Kepala Sekolah/Madrasah. Formulir dapat di unduh di www.dikti.go.id atau www.bidikmisi.dikti.go.id;
  9. Kepala Sekolah/Madrasah mengirimkan berkas yang memenuhi syarat secara kolektif kepada masing masing Rektor/Ketua/Direktur atau pimpinan PTP yang dituju dengan perihal surat pendaftaran bidik misi 2011 (alamat seleksi PTP lihat Lampiran 4) Berkas yang dimaksud meliputi:
    • 1) Berkas yang dilengkapi oleh calon yang akan lulus tahun 2011:
    • a) Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon yang bersangkutan (butir 6 atau 7) dan dilengkapi dengan pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar;
    • b) Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif;
    • c) Fotokopi rapor semester 1 s.d. 5 yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • d) Surat keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • e) Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/ Kepala Dusun/instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
    • f) Fotokopi Kartu Keluarga;
    • g) Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali-nya.
    • 2) Berkas yang dilengkapi oleh calon yang lulus tahun 2010:
    • a) Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon yang bersangkutan (butir 6 atau 7) dan dilengkapi dengan pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar;
    • b) Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah/Madrasah;
    • c) Fotokopi rapor semester 1 s.d. 6 yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • d) Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • e) Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • f) Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah/Madrasah;
    • g) Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/Tokoh masyarakat;
    • h) Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
    • i) Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.
    • 3) PTP dapat memfasilitasi pendaftaran tanpa rekomendasi sekolah jika terjadi hal sebagai berikut:
    • a) Sekolah asal sudah tidak menyelenggarakan pendidikan pada saat pendaftaran Bidik Misi 2011;
    • b) Sekolah tidak memfasilitasi dan mendukung program Bidik Misi secara sengaja;
    • c) Terjadi force majeur/bencana alam lainnya;
    • d) Hal lain yang dirasa mendesak dan bertujuan untuk kemanusiaan dan keadilan serta pemerataan akses pendidikan.
    • Semua pendaftaran yang difasilitasi oleh perguruan tinggi akan tercatat melalui SIM Bidik Misi dan akan diperhatikan secara khusus.
    jangan lupa mendaftar yaaa... hehehe ;)